| 29 June 2026
15 BUMN Bersinergi Melalui Sarinah Pandu, Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Pembinaan Terpadu

Sebanyak 68 mitra binaan Program Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil (PUMK) mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh PT Sarinah (Persero) di Medan.



Medan, Juni 2026 - PT Sarinah (Persero) kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan UMKM Indonesia melalui penyelenggaraan Sarinah Pandu: Kolaborasi Pembinaan Mitra Binaan Program Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil (PUMK) BUMN yang diselenggarakan di Four Points by Sheraton Medan, Selasa (23/6). Program ini mempertemukan 68 pelaku UMKM binaan dari 15 perusahaan BUMN dalam satu wadah pembelajaran untuk memperkuat kapasitas bisnis dan meningkatkan daya saing usaha.

Mengusung semangat kolaborasi, Sarinah tidak hanya berperan sebagai penyelenggara, tetapi juga menghadirkan seluruh materi pembelajaran yang disampaikan oleh para profesional Sarinah yang telah berpengalaman mendampingi pengembangan UMKM, melakukan kurasi produk, membangun strategi branding, hingga memperluas akses pasar bagi brand lokal Indonesia. Melalui pendekatan berbasis pengalaman praktis, peserta memperoleh wawasan yang aplikatif untuk mengembangkan usahanya.

Direktur Utama PT Sarinah (Persero), Ibu Raisha Syarfuan, menyampaikan bahwa pengembangan UMKM membutuhkan lebih dari sekadar akses pembiayaan.

"UMKM Indonesia memiliki potensi yang luar biasa. Namun untuk dapat tumbuh secara berkelanjutan dan bersaing di pasar yang semakin kompetitif, dibutuhkan penguatan kapasitas bisnis yang menyeluruh. Melalui Sarinah Pandu, kami ingin berbagi pengalaman dan pengetahuan praktis yang selama ini kami terapkan dalam mengembangkan serta mengkurasi brand-brand lokal Indonesia. Kami percaya kolaborasi antar-BUMN akan menciptakan ekosistem pembinaan yang lebih kuat sehingga semakin banyak UMKM yang mampu naik kelas dan memiliki daya saing, baik di pasar domestik maupun global," ujar Ibu Raisha.

Dalam pelatihan ini, peserta mendapatkan pembekalan mengenai tiga aspek fundamental dalam pengembangan usaha, yakni Literasi Keuangan, Legalitas & Sertifikasi, serta Marketing & Branding. Ketiga materi tersebut dirancang untuk menjawab tantangan yang umum dihadapi pelaku UMKM, mulai dari pengelolaan keuangan, pemenuhan aspek legalitas produk, hingga strategi membangun identitas merek yang relevan dengan kebutuhan pasar.

Kegiatan ini dihadiri oleh Ibu Rugun Hutapea, Penata Kelola Perusahaan Negara Madya BP BUMN RI, Bapak Antonius Aris Bangun Prasetyo, Development Head Micro Business Development PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, serta para pembina Program Mitra Binaan PUMK dari 15 perusahaan BUMN yang berkolaborasi dalam penyelenggaraan kegiatan.

Penata Kelola Perusahaan Negara Madya BP BUMN, Ibu Rugun Hutapea, menyampaikan apresiasinya terhadap sinergi antar-BUMN dalam memperkuat kapasitas UMKM nasional.

Sinergi antar-BUMN dalam pembinaan UMKM merupakan langkah strategis untuk menciptakan dampak yang lebih luas. Melalui kolaborasi seperti ini, kami berharap semakin banyak pelaku UMKM yang mampu meningkatkan kapasitas usahanya, memperluas pasar, dan tumbuh menjadi usaha yang berkelanjutan. Pada akhirnya, pertumbuhan UMKM akan mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus memberikan kontribusi bagi perekonomian nasional,” ujar Ibu Rugun.

Kolaborasi ini melibatkan PT Angkasa Pura Indonesia (Persero), PT Jasa Raharja, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero), PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Kawasan Industri Medan (Persero), PT Kereta Api Indonesia (Persero), PT Pegadaian (Persero), PT Pelabuhan Indonesia (Persero), PT Perkebunan Nusantara IV, PT Pos Indonesia (Persero), PT Pupuk Iskandar Muda, PT Taspen (Persero), dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.

Sebagai bagian dari transformasinya menjadi Cultural Experience Center berbasis retail, Sarinah terus memperluas peran sebagai platform kolaborasi yang mendukung pertumbuhan brand lokal dan UMKM Indonesia. Melalui Sarinah Pandu, Sarinah berkomitmen menghadirkan pembinaan yang relevan, aplikatif, dan berkelanjutan guna memperkuat ekosistem UMKM nasional serta mendorong semakin banyak produk Indonesia mampu bersaing di pasar yang lebih luas. 

Kembali ke Article lainnya